RSS

Arsip Kategori: Puisi Sosial

Tanah Kelahiran

Di atas tanah ini aku terlahir
Dari rahim seorang Ibu yang penuh kasih
Dan dalam rangkulan seorang ayah
Pertama kali kusaksikan dunia.

Di atas tanah ini aku terlahir
Dan tumbuh dewasa bersama sahabat sebaya
Menikmati tawa dan canda
Bersama orang-orang tercinta.

Di atas tanah ini aku terlahir
Menjalani hari demi hari yang indah
Menikmati alam semesta yang pemurah
Dan hidup diantara mahluk yang ramah.

Di atas tanah ini aku terlahir
Menghabiskan usia.
Di atas tanah ini aku terlahir
dan kelak menutup mata.

Yogya.

(a.s)

Iklan
 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 17 Januari 2013 in Puisi Personal, Puisi Sosial

 

Tag: , ,

Puisi – Hari Ini atau Esok

Jika ku mati hari ini?
smoga kemarin, tak ada orang yang ku sakiti.
Dan jika ku mati esok?
Ku ingin slalu dapat berbagi, agar hidup ini lebih berarti.

Namun, hari ini atau esok?
kematian itu menghampiri,
Ku harap, diakhir kisah perjalanan hidup ini
tak ada hal yang ku sesali.

Amien…

 
 

Tag: , ,

Puisi – Diary Malaikat

Malam ini begitu ramai
Kegelapan, bergenjetan senjata dengan terang
Rembulan bernyanyi, sejuta bintang menari
Es dan api, menyatu dalam kehangatan

Baca selengkapnya…

 
 

Tag: , , ,

Puisi – Dunia Narkoba

Aku berpijak, di atas daratan yang tandus
Di depan mataku…
Lembah kematian yang menganga ke atas
menyaksikan satu persatu nyawa melayang
menghampiri Dia yang dulu memberi kehidupan

Baca Selengkapnya…

 
 

Tag: , ,

Puisi – Sang Pujangga

(Sebuah persembahan, untuk mengenang W.S Rendra)

Mengapa?
Hari ini aku ingin menangis
Mendengar kabar yang tersiar di layar kaca
Bahwa, sang pujangga, sang penyair
ialah manusia burung merak
Tlah kembali ke singgahsana kerajaannya yang abadi

Baca selengkapnya…

 

Tag: , , ,

Puisi – Alamku, Bumiku

Sumber gambar: hasil penelusuran google

Jauh ku lihat dari puncak gunung
Ku pandangi alamku
Ku nikmati ciptaan Mu
Tak hentinya aku memuji-muji Nama Mu
Atas segala yang ada di hadapanku
Oh… sungguh indah bumiku
[ Baca Selengkapnya ]

 
 

Tag: , , ,

Puisi – Bumi

Sumber gambar: hasil penelusuran google

Siang dan  malam hilir berganti
Namun musim kian tak pasti
Walau bumi senantiasa berputar,
Namun raganya tak lagi tegar.
[ Baca Selengkapnya ]

 
 

Tag: , , ,

 
%d blogger menyukai ini: