RSS

Arsip Kategori: Puisi Personal

Tanah Kelahiran

Di atas tanah ini aku terlahir
Dari rahim seorang Ibu yang penuh kasih
Dan dalam rangkulan seorang ayah
Pertama kali kusaksikan dunia.

Di atas tanah ini aku terlahir
Dan tumbuh dewasa bersama sahabat sebaya
Menikmati tawa dan canda
Bersama orang-orang tercinta.

Di atas tanah ini aku terlahir
Menjalani hari demi hari yang indah
Menikmati alam semesta yang pemurah
Dan hidup diantara mahluk yang ramah.

Di atas tanah ini aku terlahir
Menghabiskan usia.
Di atas tanah ini aku terlahir
dan kelak menutup mata.

Yogya.

(a.s)

Iklan
 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 17 Januari 2013 in Puisi Personal, Puisi Sosial

 

Tag: , ,

Masa Kecilku Dulu

Ayah, Ibu…
Aku ingin pulang ke rumahmu,
Tanah kelahiran, saat kau pertaruhkan segalanya untukku.
Bahkan nyawamu…

Ayah, Ibu…
Tidakkah kau lelah merawatku?
Yang senantiasa merepotkanmu.
Tidakkah kau benci padaku?
Yang acuhkan perhatianmu.
Dan tidakkah kau dendam padaku?
Yang mendustai kasih sayangmu.

Ayah, Ibu…
Terima kasihku, atas segala pengorbanan
yang telah kalian persembahkan untukku.

Sungguh, aku rindu, bahkan sangat rindu.
Terlelap dalam hangat pelukkan Ayah dan Ibu,
Seperti masa kecilku dulu.

(a.s) Yogyakarta, 2011

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 18 Oktober 2012 in Puisi Ibu, Puisi Personal, Puisi Rindu, Puisi2 Sahabat

 

Tag: ,

Puisi – TAUBAT

Sebaris syahadat diikrarkan,
serangkaian fardu dan sunah dikerjakan,
seuntai zikir dilantunkan,
ayat demi ayat suci dilafalkan,

sebagian harta dizakatkan,
iman dan takwa diteguhkan,
sebulan ramadhan dimenangkan,
tali silatuhrahmi dikencangkan,

setiap ucapan dimurnikan,
hati dan fikiran dibersihkan,
niat dan amalan disucikan,
takdir dan suratan diikhlaskan,

segudang ilmu pengetahuan diamalkan,
setumpuk rasa syukur diucapkan,
sejuta benih kasih sayang ditanamkan,
seribu duri permusuhan dimusnahkan,

seluruh pintu maaf dibukakan,
segala kesenangan dunia ditinggalkan,
album masa yang kelam dilupakan,
benci , amarah dan dendam dihapuskan,

siang dan malam direlakan,
surga dan neraka dipasrahkan,
setetes harapan digantungkan….
Demi sebait doa yang kan kupanjatkan..

“ya Allah, ya Robbi..
Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang..

Terimalah taubatku..”

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 20 Juli 2012 in Puisi Personal, Puisi Religius

 

Tag: ,

Puisi – Esok atau Lusa…

Sahabat…
Bukan niatku menggoda,
Bukan niatku merayu,
Apalagi mempermainkan perasaanmu.

Saat ini, malam ini, detik ini.
Aku sungguh-sungguh merindukanmu
Seperti kegelapan, yang merindukan cahaya terang
Atau tanah gersang, yang merindukan turunnya hujan.

Sahabatku…
Jika di izinkan, Oleh Sang Pencipta Kehidupan
Ku harap, esok atau lusa.
Kita dapat kembali bertemu dengan senyum yang menawan.

 

Tag: , , , ,

Cinta, ke mana kau pergi?

Bertahun sudah, cinta meninggalkanku.
Dan hingga kini, ia tak kembali.
Hampa, senantiasa menghinggapi hati ini.
Namun apa daya, inilah takdir yg harus kujalani.

Cinta, ke mana kau pergi?
Lelah sudah ku mencari.
Sampai di sini, cukup sampai di sini !
Langkahku terhenti.

Jogya, 26/06/2012

 

Tag: , , ,

Puisi – Bunga Jiwa

” Kupersembahkan, Untuk Para Sahabat… “

Tak ada madu yang semanis cintamu.
Tak ada bunga yang seharum perhatianmu.
Tak ada permata yang sebening hatimu
Dan tak ada kisah,
Yang seindah persahabatan kita
Baca Selengkapnya…

 

Tag: , ,

Puisi – Terlelap di Pangkuanmu

 

(Untuk Ibuku tercinta…..)

Ku ingin,
Menghirup udara yang kau hirup.
Melangkah,
Di tempatmu melangkah.
Berteduh,
Di tempatmu berteduh.
Dan terlelap di atas pangkuanmu.

Ibu…
Ku hanya ingin selalu bersamamu.
sepanjang waktuku…

By: Agus Suarsono

 

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada 12 April 2012 in Puisi Cinta Terindah, Puisi Ibu, Puisi Personal

 

Tag: , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: