RSS

Puisi – Gadisku, Pujaan Hatiku

15 Apr

Bagian Satu :

Gadisku, pujaan hatiku…
Kau terlalu sempurna untuk ku miliki
atau sekedar untuk ku cintai
Nafamu begitu sayup, detak jantungmu adalah irama terindah


Pandangan matamu mampu menembus dadaku
Hingga terlihat jelas jantungku  yang berdetak sangat keras
Sifatmu lembut melebihi sutra sekalipun
Dan saat aku membelai rambutmu, kedamaianlah yang kurasakan

Gadisku, pujaan hatiku…
Kesempurnaan’mu membuatku seakan begitu lemah
Keanggunan’mu membuatku seakan begitu buruk
Dan kharisma’mu membuatku tak berdaya menahan badai cinta.

Tanya malam pada siang dan sebaliknya tanya siang pada malam.
Apakah kita dapat bersama dalam cinta?
Atau sebaliknya kita berbeda dalam segala hal
Termaksud dalam cinta…

Bagian Dua : 

Gadisku, pujaan hatiku…
Engkau adalah jiwa dalam kehidupanku
Dan kematianku menjadi sangat indah, jika kau mencintaiku

Kegelapan akan menerangi jalanmu
Agar kau mampu melihat jelas jalan yang hendak kau lalui
Kerasnya batu sandungan menjadi lembut seperti busa
Ketika tersentuh ujung kakimu .
Dikala kau hendak terjatuh,
Malaikat-malaikat baik hati bersedia menangkapmu.

Rembulan seakan padam,
bintang-bintang pun bersembunyi di balik awan.
Mereka bersedia menghilang,
Agar keindahanmu, terpancar keseluruh alam.

Ketika kau tersenyum,
ketika kau termenung, bahkan ketika kau menangis.
Semua mahluk memandang,
mereka terkagum-kagum akan kesempurnaanmu

Bagian Tiga : 

Yaa… Tuhanku
Sebegitu pengasihkah, sebegitu Penyayangkah sifat keAgunganMu
Pantaskah aku, pantaskah aku menerima anugerah ini
Ia terlalu sempurna untuk kumiliki atau sekedar untuk kucintai

Yaa… Tuhanku…
Kebaikan yang kulakukan masih dapat dihitung dengan jari
Sedangkan kesalahanku melebihi banyaknya debu sekalipun
Pantaskah aku, pantaskah aku mencintai dan memilikinya
Ia terlalu sempurna untukku…

Mungkin kelak saat aku mati,
Tak seorangpun yang akan menangisi kepergianku
Namun jika dirinya yang pergi,
bahkan dunia akan menitihkan air mata.

Kematianku begitu lekat dengan kejamnya siksa neraka
Namun kehidupanku, sungguh indah dapat bersamanya
bahkan terlalu indah untuk manusia sekelam diriku

Bagian Empat : 

Gadisku, pujaan hatiku…
Kau bertahta tinggi di atas singgasana lubuk hatiku
Yang memang rendah untuk kau duduki

Saat aku terlelap dalam tidur, kau hadir dalam mimpiku
Menemaniku, menuntun langkahku dikesendirian dalam kegelapan malam
Cahaya cinta, kaulah penerang segala kehidupan
Sinarilah aku dan dia dalam satu lingkaran kasih sayang

Malam tak juga berganti
dan siang yang tak sabar menanti
Akhir dari perjalanan kisah cinta ini…

Sadarlah, sadarlah suara kenyataan menyapaku
Bahwa ia terlalu sempurna untuk kumiliki
atau sekedar untuk kucintai

Gadisku, pujaan hatiku…
kau tak pernah ada, sebab kau tak pernah tercipta
Hingga terlalu maya keberadaanmu dalam impianku

Gadisku, pujaan hatiku…
Kau menjadi khayalan terindah
Dalam likuan takdir hidupku.

By :  Agus Suarsono 

 

Tag: , , , , ,

2 responses to “Puisi – Gadisku, Pujaan Hatiku

    • betamanise

      16 April 2012 at 12:21 am

      trimaksih sdh brkunjng, sgera brknjung balik sob…

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: