RSS

Puisi – Putri Rembulan

12 Feb

Dalam kegelapan ku dekap malam
Bersama sunyi yang panjang
Dan seraya menghitung sinar bintang
Ku nantikan, hadirnya Putri Rembulan

Waktu pun terus berjalan berlahan-lahan
Merayap-rayap di dinding kehidupan
Malam menjadi siang, gelap menjadi terang
Namun, putri rembulan tak kunjung datang.

Jogya, 09/02/2012
Pukul: 22.40 WIb

[ Agus Suarsono ]

 

Tag: , , ,

4 responses to “Puisi – Putri Rembulan

  1. Hijauku

    12 Februari 2012 at 9:00 am

    kuterbunuh,,
    dibunuh sepi…

     
    • Jejak-jejak Hati

      12 Februari 2012 at 4:56 pm

      Sepi :
      Ia setajam Pedang, yang menusuk jantung.
      namun selembut angin membelai daun2 hatimu.

      Sepi:
      Ia menenggelamkanmu hingga dasar waktu
      Namun menjunjung anganmu setinggi gunung

      Sepi:
      Adakah yang bersedia menemani?
      Disini, aku masih sendiri.

      Maksih mas dah berkunjung.

       
  2. kamal

    12 Februari 2012 at 9:35 am

    nice poetry ^^

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: