RSS

Puisi – Bayang Hitam

29 Jan

Ku lihat sesosok bayang hitam
Jauh di sana…
Di mana tak ada manusia yang sanggup menjangkaunya
Di antara seberkas cahaya sang surya
Yang hendak kembali keperadupannya

Berlahan semuanya menghilang
Ketika waktu terus berjalan
Menghampiri malam, menjenguk kegelapan
Dalam kegalauan hatiku yang bimbang.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 29 Januari 2012 in Puisi Cinta Terindah, Puisi Rindu

 

Tag: , ,

2 responses to “Puisi – Bayang Hitam

  1. Dian Kurnia

    9 Februari 2012 at 6:52 am

    Aku berkata pada angin, “Hei angin, malam itu bukan hitam. Hanya tabir bayang yang tertutup kabut!”
    Maka tertawalah ketika malam datang karena malam bukanlah hitam seperti lumpur hitam lagi panas. Menyengsarakan manusia. Ia kan berlalu berganti serbuk mawar. Alangkah wanginya.

    Nice poem, guys🙂

     
    • betamanise

      9 Februari 2012 at 7:44 am

      Makasih kawan…
      udh berkunjung dan bersedia berbagi indahnya kata-kata :


      Dalam gelap malam, kudapati ketenangan…
      Tuk renungkan makna-makna kehidupan.
      Bersama sepi dan bayang hitam ku nikmati indah rembulan.
      Berdoa dan berharap, agar terwujud sgla harapan.

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: