RSS

Arsip Kategori: Puisi Religius

Puisi – TAUBAT

Sebaris syahadat diikrarkan,
serangkaian fardu dan sunah dikerjakan,
seuntai zikir dilantunkan,
ayat demi ayat suci dilafalkan,

sebagian harta dizakatkan,
iman dan takwa diteguhkan,
sebulan ramadhan dimenangkan,
tali silatuhrahmi dikencangkan,

setiap ucapan dimurnikan,
hati dan fikiran dibersihkan,
niat dan amalan disucikan,
takdir dan suratan diikhlaskan,

segudang ilmu pengetahuan diamalkan,
setumpuk rasa syukur diucapkan,
sejuta benih kasih sayang ditanamkan,
seribu duri permusuhan dimusnahkan,

seluruh pintu maaf dibukakan,
segala kesenangan dunia ditinggalkan,
album masa yang kelam dilupakan,
benci , amarah dan dendam dihapuskan,

siang dan malam direlakan,
surga dan neraka dipasrahkan,
setetes harapan digantungkan….
Demi sebait doa yang kan kupanjatkan..

“ya Allah, ya Robbi..
Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang..

Terimalah taubatku..”

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 20 Juli 2012 in Puisi Personal, Puisi Religius

 

Tag: ,

Puisi – Hari Ini atau Esok

Jika ku mati hari ini?
smoga kemarin, tak ada orang yang ku sakiti.
Dan jika ku mati esok?
Ku ingin slalu dapat berbagi, agar hidup ini lebih berarti.

Namun, hari ini atau esok?
kematian itu menghampiri,
Ku harap, diakhir kisah perjalanan hidup ini
tak ada hal yang ku sesali.

Amien…

 
 

Tag: , ,

Puisi – Kematian !

Sumber gambar: hasil penelusuran google

Lonceng-lonceng kematian di bunyikan

Oleh para maikat yang di utus mencabut nyawa

Roh jiwa tercekik oleh seutas tali

[ Baca Selengkapnya ]

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 Februari 2012 in Puisi Religius, Puisi Sosial

 

Tag: , ,

Puisi – Ibu

Kupersembahkan untuk Ibuku Tercinta dan semua Ibu di muka bumi ini:

Suratan-Mu Tuhan…
Atas takdir seorang Ibu
yang mengandung ku tuk sembilan bulan
yang melahirkan ku dengan derita
Nyawanya Ia pertaruhkan
Demi aku yang lemah tak berdaya
[ Baca Selengkapnya ]

 

Tag: , , , , ,

Puisi – Guratan Takdir

Tak terhitung…
Berapa banyak malam dan siang
Yang hadir dan menghilang
Berapa juta bintang
Yang timbul dan tenggelam

Penderitaan dan kebosanan
Kebahagian dan ketentraman
Semuanya berjalan sejajar, seiring dan selangkah
Bersama kehidupan…

Guratan takdir pun terus di gariskan
Baginya, kebaikan…
Baginya, keburukan…
Tanggung jawab dan ganjaran
Turut serta di belakang

[ Agus Suarsono ]

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 12 Februari 2012 in Puisi Religius, Puisi Sosial

 

Tag: , ,

Puisi – Manusia

Kita terlahir dengan sempurna
Karena kita telah diberi nyawa
Kita tercipta dengan sempurna
Karena kita telah diberkahi jiwa
[ Baca Selengkapnya ]

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 17 Januari 2012 in Puisi Religius

 

Tag: ,

Puisi – Noda Jiwa


Ku tak mampu menitih hari,
Karena aku lemah menjaga hati.
Dan ku tak mau menorehkan noda di jiwa,
Karena ragaku yang tak terjaga.
[ Baca Selengkapnya ]

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 Januari 2012 in Puisi Religius

 

Tag: ,

 
%d bloggers like this: