RSS

Hari Baru

(Untuk sahabatku)

Sahabat, kukirim pesan ini untukmu ;
Tak terasa, waktu begitu cepat berlalu.
Hari berganti hari,
Sian dan malam pun hilir berganti.

Sahabat, jika ku ingat kembali
Banyak kisah yg tlah kita lalui
Canda dan tawa, yang indah menghiasi
Sedih dan bahagia, yang datang dan pergi.

Sahabatku…
Namun, biarkanlah waktu trus berlalu
Jangan takut ataupun ragu
Karena tlah tiba bagimu, saatnya menyambut hari yang baru.

_”HBD to You”_

Baca selengkapnya…

 
Tinggalkan Komentar

Posted by pada 7 April 2013 in Puisi2 Sahabat

 

Kaitkata: ,

Pesan Rindu

Wahai malam…
Bawalah pesan rinduku
dan bisikkan dalam sepi pada Ibuku.

Wahai malam…
Bawalah pesan rinduku
dan bisikkan dalam gelap pada Ayahku.

Wahai malam…
Bawalah pesan rinduku
dan bisikkan dalam tidur saudara-saudaraku.

Wahai malam…
Bawalah pesan rindukku
dan sampaikan pada Tuhanku Yang Maha Pengasih dan Penyayang
“Bahagiakanlah, setiap hati yang kurindu”

Amin.

(a.s) – Yogya, 18 Feb 2013

 
Tinggalkan Komentar

Posted by pada 27 Februari 2013 in Puisi Ibu, Puisi Rindu

 

Kaitkata: ,

Rasa Rindu

Rasa rindu ini datang secara tiba-tiba..
Apa yang harus kulakukan..?
Haruskah ku berlari, dan bersembunyi?
Ataukah berdiam diri, tak peduli?

Rasa rindu ini…
Ia hadir dalam sepi, dan bersemayam dalam mimpi.
Sirami jiwa hingga ke dasar nurani,
Menyemaikan hati yg tlah lama mati.

Rasa rindu ini…
Untukmu Kasih.

(a.s), Yogyakarta.

 
2 Komentar

Posted by pada 15 Februari 2013 in Puisi Rindu, Puisi Untuk Kekasih

 

Kaitkata: , , ,

Tanah Kelahiran

Di atas tanah ini aku terlahir
Dari rahim seorang Ibu yang penuh kasih
Dan dalam rangkulan seorang ayah
Pertama kali kusaksikan dunia.

Di atas tanah ini aku terlahir
Dan tumbuh dewasa bersama sahabat sebaya
Menikmati tawa dan canda
Bersama orang-orang tercinta.

Di atas tanah ini aku terlahir
Menjalani hari demi hari yang indah
Menikmati alam semesta yang pemurah
Dan hidup diantara mahluk yang ramah.

Di atas tanah ini aku terlahir
Menghabiskan usia.
Di atas tanah ini aku terlahir
dan kelak menutup mata.

Yogya.

(a.s)

 
1 Komentar

Posted by pada 17 Januari 2013 in Puisi Personal, Puisi Sosial

 

Kaitkata: , ,

Masa Kecilku Dulu

Ayah, Ibu…
Aku ingin pulang ke rumahmu,
Tanah kelahiran, saat kau pertaruhkan segalanya untukku.
Bahkan nyawamu…

Ayah, Ibu…
Tidakkah kau lelah merawatku?
Yang senantiasa merepotkanmu.
Tidakkah kau benci padaku?
Yang acuhkan perhatianmu.
Dan tidakkah kau dendam padaku?
Yang mendustai kasih sayangmu.

Ayah, Ibu…
Terima kasihku, atas segala pengorbanan
yang telah kalian persembahkan untukku.

Sungguh, aku rindu, bahkan sangat rindu.
Terlelap dalam hangat pelukkan Ayah dan Ibu,
Seperti masa kecilku dulu.

(a.s) Yogyakarta, 2011

 
 

Kaitkata: ,

Puisi – TAUBAT

Sebaris syahadat diikrarkan,
serangkaian fardu dan sunah dikerjakan,
seuntai zikir dilantunkan,
ayat demi ayat suci dilafalkan,

sebagian harta dizakatkan,
iman dan takwa diteguhkan,
sebulan ramadhan dimenangkan,
tali silatuhrahmi dikencangkan,

setiap ucapan dimurnikan,
hati dan fikiran dibersihkan,
niat dan amalan disucikan,
takdir dan suratan diikhlaskan,

segudang ilmu pengetahuan diamalkan,
setumpuk rasa syukur diucapkan,
sejuta benih kasih sayang ditanamkan,
seribu duri permusuhan dimusnahkan,

seluruh pintu maaf dibukakan,
segala kesenangan dunia ditinggalkan,
album masa yang kelam dilupakan,
benci , amarah dan dendam dihapuskan,

siang dan malam direlakan,
surga dan neraka dipasrahkan,
setetes harapan digantungkan….
Demi sebait doa yang kan kupanjatkan..

“ya Allah, ya Robbi..
Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang..

Terimalah taubatku..”

 
4 Komentar

Posted by pada 20 Juli 2012 in Puisi Personal, Puisi Religius

 

Kaitkata: ,

Puisi – Esok atau Lusa…

Sahabat…
Bukan niatku menggoda,
Bukan niatku merayu,
Apalagi mempermainkan perasaanmu.

Saat ini, malam ini, detik ini.
Aku sungguh-sungguh merindukanmu
Seperti kegelapan, yang merindukan cahaya terang
Atau tanah gersang, yang merindukan turunnya hujan.

Sahabatku…
Jika di izinkan, Oleh Sang Pencipta Kehidupan
Ku harap, esok atau lusa.
Kita dapat kembali bertemu dengan senyum yang menawan.

 

Kaitkata: , , , ,

 
%d bloggers like this: